Dumai  

Bina Marga Dumai fokus penanganan 32 persen dari 3.000 ruas jalan kota kondisi rusak

RZNEWS – Dinas Pekerjaan Umum Kota Dumai mencatat sebanyak 900 atau 32 persen dari 3.000 ruas jalan berstatus kota mengalami kondisi kurang baik berdasarkan data Tahun 2025.

Kepala Bidang Bina Marga DPU Dumai Yomi Indriansyah menjelaskan bahwa untuk penataan ruas jalan kondisi kurang baik ini setiap tahun dilakukan perbaikan atau peningkatan secara berkala dan menyesuaikan dengan anggaran daerah.

Program peningkatan atau normalisasi ruas jalan yang kerap dilaksanakan, diantaranya pembetonan atau rigid pavement, pengaspalan dan penambahan aspal baru diatas permukaan jalan lama atau overlay ulang.

Menurutnya, perbaikan jalan tidak hanya dilakukan melalui pembangunan baru, tetapi juga melalui berbagai metode penanganan yang disesuaikan dengan tingkat kerusakan jalan.

“Setiap tahun kita tetap melakukan penataan dan peningkatan ruas jalan yang kondisinya kurang baik. Namun pelaksanaannya dilakukan secara bertahap menyesuaikan dengan anggaran yang tersedia,” kata Yomi baru ini kepada pers.

Disamping itu, Bina Marga Dumai juga melaksanakan program tambal sulam untuk perbaikan sementara ruas jalan kurang baik sebagai langkah cepat mengurangi potensi kerusakan lebih parah sekaligus menjaga kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.

“Tambal sulam ini sifatnya penanganan sementara agar kerusakan tidak semakin melebar, sambil menunggu program peningkatan jalan yang lebih permanen,” jelasnya.

Ditambahkan Yomi, salah satu ruas jalan saat ini tengah menjadi perhatian adalah Jalan Pattimura di Kecamatan Dumai Kota yang merupakan salah satu ruas jalan protokol di Dumai.

Saat ini, BM Dumai tengah mengkaji rencana peningkatan jalan tersebut melalui program overlay ulang sekaligus kemungkinan peninggian badan jalan.

Langkah tersebut dipertimbangkan untuk meningkatkan kualitas jalan serta mengantisipasi potensi genangan air di kawasan tersebut.

“Namun pelaksanaan peningkatan Jalan Pattimura masih menunggu hasil evaluasi dan keberhasilan pembangunan tanggul di wilayah sekitar, agar penanganan dilakukan dapat lebih optimal dan berkelanjutan,” ungkap Yomi.

Dia berharap program peningkatan dan perbaikan jalan dapat terus berjalan secara bertahap sehingga kondisi infrastruktur semakin baik dan mendukung kelancaran aktivitas masyarakat serta pertumbuhan ekonomi daerah. rz