RZNEWS – Belasan kader PDI Perjuangan Kota Dumai menduduki kantor sekretariat Partai Banteng Moncong Putih di Jalan Sudirman buntut protes atas pemecatan sepihak 4 Pimpinan Anak Cabang oleh Pimpinan Daerah PDIP Provinsi Riau, pada Kamis (28/8) malam pukul 20.00 Wib.
Aksi spontan ini dilakukan kader partai usai menerima informasi pemecatan atau penggantian pengurus tanpa ada pemberitahuan, undangan atau rapat rapat jelang pelaksanaan Konferda dan Konfercab PDIP.
Adanya surat pemecatan terhadap tiga orang ketua dan seorang Sekretaris PAC ini memantik perlawanan kader yang kecewa. Dengan berseragam lengkap partai mereka kemudian menggembok dan menyegel ruang sekretariat serta pintu Kantor DPC PDIP Dumai.
“Kami protes dengan pemecatan sepihak ini tanpa ada pemberitahuan atau alasan masuk akal. Bentuk spontanitas kader kecewa ini akhirnya dilakukan dengan mengunci pintu ruang sekretariat kantor partai,” kata Ketua PAC Dumai Kota Bayu Agusra.
Masing-masing kader yang dipecat dari jabatannya itu yakni Ketua PAC Dumai Kota Bayu Agusra, Ketua PAC Dumai Selatan Jamhuri, Ketua PAC Bukit Kapur Mastohari dan Sekretaris PAC Dumai Barat Sukarni.
Dilanjutkan Bayu bahwa sangat tidak masuk akal alasan pencopotan sepihak yang mendadak sejumlah pengurus ini, yaitu karena sakit, membelot saat Pemilu 2024 lalu dan tidak aktif.
Para kader PDIP yang marah menilai penunjukan Plt ketua PAC tidak melalui mekanisme yang semestinya, dan persoalan ini juga akan dibawa ke tingkat Dewan Pimpinan Pusat PDIP.
“Pencopotan sepihak ini telah melanggar aturan dasar rumah tangga partai dan kami berharap masalah ini untuk dapat diselesaikan dengan baik,” ujar Bayu.
Ketua PAC PDIP Dumai Selatan Jamhuri menambahkan bahwa DPD Provinsi telah menzalimi kader di empat PAC dengan mengeluarkan SK baru penggantian pengurus.
“Kami tidak puas dengan keputusan yang zalim ini, dan mohon pimpinan diatas untuk memperhatikan keluhan kader. Alasan ada yang membelot tolong dibuktikan,” ujar Jamhuri.
Usai menyegel dan mengunci ruang utama Sekretariat Kantor PDIP Dumai, belasan kader ini kemudian membubarkan diri dengan tertib. rz