Dumai  

PT Agro Murni Dumai ngaku rugi miliaran karena didemo dan minta Polisi memfasilitasi mediasi

RZNEWS – PT Agro Murni di Kawasan Industri Lubuk Gaung Kecamatan Sungai Sembilan Dumai mengalami kerugian materi hingga miliaran rupiah dampak dari aksi unjuk rasa massa mengatasnamakan Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM).

Hal ini dikatakan Humas PT Agro Murni Aulia Kamaruzzaman menanggapi aksi unras massa selama dua hari di perusahaan pabrik kelapa sawit tersebut.

Menurut Aulia, dampak dari aksi tersebut, telah mengganggu aktivitas operasional perusahaan dan menyebabkan kerugian materi karena dan barang.

“Selama dua hari aksi berlangsung, perusahaan mengalami kerugian hingga miliaran rupiah, bukan hanya dari sisi barang, tetapi juga dampak lain akibat terganggu aktivitas operasional,” kata Aulia kepada pers, Jumat (2/10).

Dijelaskan, saat ini PT Agro Murni hanya memiliki kerjasama dengan Koperasi Sungai Sembilan. Sementara untuk kegiatan operasional, perusahaan bekerjasama dengan RKI dan Koperasi Sungai Sembilan untuk aktivitas di darat.

Ditegaskan juga bahwa hingga saat ini perusahaan tidak memiliki hubungan kerjasama dengan koperasi TKBM yang melakukan aksi. Namun dengan aksi tersebut telah menghambat jalannya operasional perusahaan.

“Kami saat ini hanya bekerjasama dengan Koperasi Sungai Sembilan. Untuk operasional di lapangan, vendor yang bekerjasama dengan perusahaan adalah RKI dan Koperasi Sungai Sembilan. Kami tidak memiliki kerjasama dengan koperasi TKBM yang melakukan aksi tersebut,” tegas Aulia.

Dia menambahkan, aksi yang masih berlangsung tidak hanya berdampak pada perusahaan, tetapi juga mengganggu masyarakat di sekitar kawasan industri karena menyebabkan terganggunya akses jalan dan aktivitas lainnya.

“Selain merugikan perusahaan, aksi ini juga berdampak kepada masyarakat sekitar kawasan perusahaan karena mengganggu jalan dan aktivitas yang ada di sekitar lokasi,” ujarnya.

Untuk mencari solusi atas persoalan tersebut, pihak perusahaan mengaku telah meminta kepolisian untuk memfasilitasi mediasi antara pihak-pihak yang terlibat.

Pada sisi lain, perusahaan juga telah melaporkan aksi tersebut karena dinilai mengganggu operasional dan menimbulkan kerugian yang cukup besar.

Hingga berita ini diturunkan, aksi unjuk rasa masih berlangsung. Perusahaan berharap proses mediasi dapat segera dilakukan sehingga aktivitas operasional kembali berjalan normal dan permasalahan dapat diselesaikan melalui jalur komunikasi baik. rz