RZNEWS – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Dumai menyatakan kesiapan bersinergi dengan Polda Riau dan Polres Dumai dalam upaya mencegah dan memberantas tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Dumai.
Komitmen tersebut disampaikan Ketua PWI Kota Dumai Bambang Prayetno saat menerima kunjungan Direktorat Intelijen dan Keamanan (Dit Intelkam) Polda Riau. Kunjungan dipimpin Panit 3 POA Dit Intelkam Polda Riau IPTU Anjaswan.
Dalam pertemuan itu, Anjaswan mengatakan kunjungan tersebut selain sebagai ajang silaturahmi juga untuk menyamakan persepsi dalam upaya pencegahan dan pemberantasan TPPO, khususnya di wilayah Kota Dumai.
Menurutnya, insan pers memiliki peran strategis dalam memberikan edukasi kepada masyarakat melalui pemberitaan mengenai bahaya perdagangan orang.
Peran tersebut dinilai penting karena Dumai merupakan salah satu pintu gerbang Indonesia yang berhadapan langsung dengan Malaysia.
“Kami berharap melalui silaturahmi ini Polda Riau bersama Polres Dumai dan PWI dapat semakin bersinergi dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat terkait bahaya TPPO,” ujar Anjaswan.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran bekerja ke luar negeri melalui jalur tidak resmi. Menurutnya, keberangkatan melalui jalur ilegal berisiko menjadikan masyarakat sebagai korban perdagangan orang.
Karena itu, masyarakat diminta memanfaatkan jalur resmi yang telah disediakan pemerintah bagi pekerja migran Indonesia (PMI).
“Pemerintah sudah menyediakan jalur resmi. Melalui jalur resmi, PMI dapat bekerja di luar negeri dengan lebih aman dan prosesnya juga lebih jelas,” katanya.
Sementara, Ketua PWI Kota Dumai Bambang Prayetno menyambut baik kunjungan Dit Intelkam Polda Riau tersebut. Ia menegaskan, PWI Dumai siap mendukung langkah kepolisian dalam memberantas TPPO.
“Kami menyambut baik kunjungan Dit Intelkam Polda Riau. Kami siap mendukung penuh Polda Riau dan Polres dalam memberantas kejahatan TPPO di Dumai,” ujar Bambang.
Bambang mengatakan PWI Dumai akan terus mengedepankan pemberitaan yang bersifat edukatif agar masyarakat memahami modus, bahaya, serta risiko menjadi korban perdagangan orang.
“Pemberitaan terkait TPPO di Dumai akan kami gencarkan, mengingat daerah ini merupakan salah satu pintu gerbang menuju luar negeri. Masyarakat harus diberikan pemahaman agar tidak mudah menjadi korban,” tegasnya.
Ia menambahkan, pers tidak hanya bertugas menyampaikan informasi, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk memberikan edukasi dan mengingatkan masyarakat agar tidak terjebak dalam praktik perdagangan orang.
“Kota Dumai bukan tempat bagi kejahatan perdagangan manusia. PWI siap bersatu dan bersinergi dengan Polda Riau serta Polres untuk memberantas TPPO di Dumai,” demikian Ketua PWI Dumai Bambang Prayetno. rz












