RZNEWS – Kejadian ribut ribut di depan pintu masuk Kujira Pub & KTV Jalan Merdeka Kelurahan Sukajadi Dumai Timur pada Jumat (18/9) dinihari kemarin terpergok warga yang sedang melintas maupun di lingkungan sekitar.
Seorang warga Mufaidnuddin mengaku menyaksikan langsung kejadian tersebut sekitar pukul 00.30 Wib, dan menarik perhatian warga sekitar.
Sejumlah warga terpantau juga ikut keluar rumah untuk melihat sumber keributan, sementara pengendara yang melintas di Jalan Merdeka tampak memperlambat laju kendaraan.
“Diduga keributan ini melibatkan sejumlah tamu dengan pihak sekuriti tempat hiburan tersebut,” kata Mufaidnuddin kepada pers, Sabtu (19/9).
Menurut dia, perselisihan bermula ketika sejumlah tamu diminta meninggalkan lokasi, namun situasi kemudian disebut memanas setelah salah seorang tamu menolak meninggalkan tempat.
Dia juga menduga tamu tersebut berada dalam kondisi dipengaruhi minuman beralkohol. Namun, kondisi tersebut masih merupakan keterangan saksi dan belum mendapat konfirmasi dari pihak pengelola maupun aparat yang berada di lokasi.
Saat keributan berlangsung di bagian depan tempat hiburan, Mufaidnuddin mengaku sempat mendokumentasikan peristiwa tersebut menggunakan telepon selulernya.
Namun, ia menyebut seorang karyawan perempuan Kujira meminta dirinya menghentikan perekaman dengan melontarkan kalimat “Video bang, HP”.
Ditambahkan dia, salah seorang tamu yang terlibat perselisihan juga sempat melontarkan pernyataan mengenai uang yang dibawanya.
“Aku di sini bayar, ini ada uang di tas aku,” demikian ucapan tamu tersebut ditirukan Mufaidnuddin.
Sorotan terhadap Kujira Pub & KTV tidak berhenti pada insiden sekitar pukul 00.30 WIB. Mufaidnuddin mengaku sekitar pukul 02.30 Wib pada dini hari yang sama kembali melihat keributan di bagian luar tempat hiburan tersebut.
Ia menyebut seorang laki-laki dan seorang perempuan terlibat perselisihan di area halaman luar Kujira Pub & KTV.
Keterangan tersebut masih bersumber dari pengakuan saksi dan belum dikonfirmasi secara independen kepada pihak pengelola, petugas keamanan maupun aparat kepolisian.
Jika keterangan tersebut benar, rangkaian kejadian dalam satu malam itu tentu menjadi pertanyaan tersendiri mengenai aspek keamanan, pengawasan pengunjung dan pengendalian aktivitas di sekitar tempat hiburan malam tersebut.
Atas keributan tersebut, warga mempertanyakan pengawasan terhadap tempat hiburan malam di Kota Dumai, khususnya terkait ketertiban umum dan kepatuhan terhadap ketentuan jam operasional.
Mufaidnuddin meminta Satpol PP Kota Dumai tidak hanya melakukan pengawasan secara administratif, tetapi juga memastikan aturan benar-benar diterapkan di lapangan.
“Sebenarnya jam berapa pembatasan operasional hiburan malam ini. Satpol PP Dumai jangan tutup mata. Pengawasan harus jelas dan aturan harus ditegakkan,” ujarnya.
Seorang Praktisi Hukum Johanda Saputra SH menilai keributan yang terjadi di ruang publik perlu menjadi bahan evaluasi terhadap pengawasan aktivitas hiburan malam di daerah berjargon kota idaman ini.
Menurutnya, masyarakat memiliki hak untuk mendapatkan hiburan, namun hak tersebut harus berjalan beriringan dengan kewajiban pengelola usaha menjaga keamanan, ketertiban dan kenyamanan lingkungan serta memenuhi ketentuan perizinan yang berlaku.
“Kita menunggu penjelasan dan langkah konkret Pemerintah Kota Dumai, khususnya Satpol PP, terkait pengawasan terhadap aktivitas Kujira Pub & KTV maupun tempat hiburan malam lainnya,” ujar Johanda.
Ia juga mempertanyakan apakah kejadian tersebut hanya akan dipandang sebagai persoalan antara pengunjung dan sekuriti atau menjadi momentum bagi pemerintah melakukan evaluasi terhadap pengawasan tempat hiburan malam.
Jika benar terjadi aktivitas setelah batas waktu yang ditentukan, masyarakat tentu berhak mengetahui apakah pengelola telah mendapat teguran, pemeriksaan atau tindakan administratif dari instansi berwenang.
Warga berharap adanya langkah Satpol PP dan instansi terkait untuk memastikan apakah kejadian tersebut merupakan insiden sesaat atau terdapat persoalan yang lebih luas terkait pengawasan aktivitas hiburan malam di kawasan Jalan Merdeka. rz












